Sabtu, 12 Desember 2009

KIAT-KIAT MERAIH KHUSNUL KHOTIMAH


Oleh Ustad Agus Efendi, Sag
Seluruh manusia pasti menyadari bahwa kematian pasti akan datang menemui kita tanpa kecuali.  Ada  beberapa  orang  yang menyikapinya dengan cuek-cuek saja, kadang ingat kadang tidak, dan ada yang  sangat  mempersiapkan  diri  menghadapi  kematian dengan banyak bekal kebaikan (amal sholeh).  Adapun  kiat-kiat  untuk menggapai kematian yang baik (khusnul khotimah) ada 7 hal yang minimal harus diraih oleh umat Islam. Antara lain:
Pertama, “Istiqomah” dalam melaksanakan kebaikan (amal sholeh).
Firman Alloh : “Sesungguhnya  orang-orang  yang  mengatakan : ‘Tuhan kami ialah Alloh’ kemudian  mereka  meneguhkan  pendirian  mereka,  maka  malaikat  akan turun kepada mereka dengan mengatakan : “ Janganlah  kamu  takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah  mereka  dengan  jannah (surga)  yang  telah  dijanjikan Alloh kepadamu.” (QS Fushilat:30)
Kedua, “Taqwa”  yaitu  menjalankan  seluruh  aturan  Alloh  dan RosulNya sesuai dengan  kemampuannya masing-masing. Hai orang-orang yang beriman,  bertaqwalah  kepada Alloh dengan sebenar-benar taqwa kepadaNya, dan  janganlah  sekali-kali  kamu  mati  melainkan dalam keadaan beragama Islam (QS Ali Imron:102)
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Alloh, Kami akan memberimu Furqaan, dan  Kami akan  jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Alloh mempunyai karunia yang besar. (QS Al.Anfal:29)
Ketiga, “Berbaik sangka kepada Alloh SWT”
“Jauhkanlah  dirimu  dari  prasangka  buruk, sebab prasangka buruk adalah ucapan yang paling bohong.” (muttafaq alaihi)
Keempat: Jujur dalam segala aktifitas kehidupan.
Hendaknya  kamu  selalu  benar (jujur).  Sesungguhnya   kebenaran   membawa  kepada kebajikan  dan  kebajikan  membawa  ke  surga. Selama  orang benar dan selalu memilih kebenaran, dia  tercatat di sisi  Alloh sebagai orang yang benar (jujur).  Hati-hatilah terhadap dusta, sesungguhnya  dusta  membawa  kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka.  Selama  seseorang  dusta  dan  selalu  memilih dusta, dia tercatat di sisi Alloh sebagai seorang pendusta (pembohong) (HR Bukhori)
Kelima, Taubat,  bersegeralah  pada  ampunan  Alloh  sebelum  nyawa sampai di kerongkongan.  “Sesungguhnya  Alloh  SWT  membentangkan  tanganNya di waktu siang untuk menerima  taubat  orang  yang  bersalah  di  waktu  malam  hingga  terbit   matahari  dari sebelah barat.” (HR Imam Muslim)
Keenam, Melayat ke rumah duka.
Ketujuh, berusaha menghindari sebab-sebab kematian yang tidak baik. seperti :
- banyak melakukan kesyirikan ( menjaga aqidah)
- menunda-nundataubat
- panjang angan-angan
- bergelimang maksiat
- berprasangka buruk kepada Alloh dalam menerima musibah.
- Sangat mencintai keduniaan.
- banya melakukan aktivitas (fisik, pemikiran dan hati) yang tidak berguna.

Kedelapan, memperbanyak doa :
1. Hablii hukmaw wa al hiqniy bish shoolihiin
    (Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang
    saleh) (QS Syu’araa:83)
2. Allohummaj’al khoyro ‘umrii aakhirohu wa khoyro ‘amalii khowaatiimahu wa khoyro ayyaamii yawmal
    liqoo’ika. (Ya Alloh jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir
    hayatku, dan (jadikanlah) sebaik-baik hariku yaitu hari ketika aku bertemu dengan Mu (dihari kiamat)
    (HR Ibnus Syunny)
3.Ya Alloh, akhirilah hidup kami dengan husul khotimah, dan jangan Kau akhiri hidup kami dengan suu’ul
   khotimah (akhir yang buruk).

Tanda-tanda khusnul khotimah
  1. Mengucapkan syahadat menjelang kematiannya.
  2. Meninggal dalam keadaan berkeringat di dahi (keningnya)
  3. Mati syahid di medan jihad
  4. Mati sebagai tentara di jalan Alloh
  5. Meninggal dengan sebab sakit tha’un (pes/sampar)
  6. Meninggal karena tenggelam
  7. Seorang wanita yang meninggal pada masa nifasnya
  8. Meninggal karena terbakar.
  9. Meninggal dalam rangka mempertahankan harta yang akan dirampas
10. Meninggal karena mempertahankan agama
11. Meninggal karena mempertahankan jiwa
12. Meninggal sebagai murobith (pasukan yang berjaga di daerah perbatasan) dalam medan perang
      di jalan Alloh
13. Meninggal di atas amalan sholih
      Dll
Wallahu a’lam bishawab
Disampaikan dalam kuliah Ahad pagi 6 Desember 2009 di Gedung Dakwah Kowangan Temanggung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar